Semarang – Semangat untuk terus belajar dan mengabdi menjadi nilai yang terus dijaga oleh sivitas akademika Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang. Hal tersebut tercermin dari partisipasi dua dosen muda Prodi Kimia, Kustomo, M.Sc. dan Ika Nur Fitriani, M.Sc., dalam kegiatan Pelatihan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan olehUIN Walisongo Semarang sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) PKDP Tahun 2026.Menariknya, di tengah kesibukan menempuh pendidikan doktoral di luar negeri, keduanya tetap berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian pelatihan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik profesional.Saat ini, Kustomo, M.Sc. sedang menempuh studi doktor (Ph.D.) di National University of Singapore (NUS), salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia. Sementara itu, Ika Nur Fitriani, M.Sc. tengah melanjutkan studi doktoralnya di The University of Sydney, Australia, kampus yang dikenal memiliki reputasi internasional dalam bidang riset dan inovasi.Keikutsertaan keduanya dalam PKDP 2026 menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi dosen tidak hanya berhenti pada pencapaian akademik berupa gelar, tetapi juga mencakup penguatan karakter pendidik, kemampuan pedagogik, integritas, serta komitmen terhadap nilai-nilai moderasi beragama yang menjadi ciri khas perguruan tinggi keagamaan Islam.“Menjadi dosen bukan sekadar mengajar di kelas, tetapi juga tentang bagaimana terus bertumbuh, belajar, dan menghadirkan manfaat bagi mahasiswa, institusi, dan masyarakat,” ungkap salah satu peserta PKDP.Pelatihan Kompetensi Dosen Pemula sendiri merupakan bagian penting dalam pembinaan karier dosen agar mampu menjalankan tridarma perguruan tinggi secara profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta berorientasi pada mutu pendidikan tinggi. Melalui program ini, para dosen dibekali pemahaman mengenai pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, etika profesi, pengembangan kurikulum, pemanfaatan teknologi pendidikan, hingga penguatan wawasan kebangsaan dan moderasi beragama.Bagi Program Studi Kimia UIN Walisongo Semarang, capaian dan dedikasi kedua dosen tersebut menjadi inspirasi bagi generasi akademisi muda untuk terus mengembangkan kapasitas diri tanpa melupakan tanggung jawab kepada institusi. Keberhasilan menempuh studi di universitas kelas dunia sekaligus tetap aktif mengikuti program pengembangan dosen di tanah air menunjukkan bahwa semangat belajar adalah proses yang tidak pernah berhenti.Ketua dan sivitas akademika Program Studi Kimia UIN Walisongo Semarang menyambut positif partisipasi kedua dosen tersebut. Kehadiran dosen-dosen yang memiliki pengalaman internasional diharapkan mampu memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas jejaring riset global, serta mendorong lahirnya inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.Lebih dari itu, kiprah Kustomo, M.Sc. dan Ika Nur Fitriani, M.Sc. menjadi bukti bahwa dosen Indonesia mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas sebagai akademisi yang menjunjung tinggi nilai integritas, kolaborasi, dan moderasi. Pengalaman belajar di Singapura dan Australia diharapkan dapat menjadi jembatan bagi transfer ilmu pengetahuan, penguatan internasionalisasi kampus, serta peningkatan daya saing UIN Walisongo Semarang di tingkat dunia.Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus berubah, sosok dosen dituntut tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, terbuka terhadap perbedaan, serta mampu menjadi teladan bagi mahasiswa. Semangat inilah yang terus dihidupkan melalui berbagai program pengembangan kompetensi, termasuk PKDP 2026.Partisipasi dua dosen muda Prodi Kimia tersebut mengirimkan pesan penting bahwa perjalanan akademik tidak mengenal batas geografis. Dari Semarang menuju Singapura dan Australia, semangat untuk belajar, mengabdi, dan membangun pendidikan yang lebih bermutu tetap menjadi tujuan utama.Dengan tekad untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi terbaik, Program Studi Kimia UIN Walisongo Semarang optimistis dapat melahirkan sumber daya manusia unggul yang profesional, berintegritas, moderat, dan siap menjawab tantangan global di masa depan.“Belajar dapat membawa seseorang ke berbagai penjuru dunia, tetapi pengabdian akan selalu membawanya kembali untuk memberi manfaat kepada sesama.”